Oknum Camat di Dompu Diduga Lakukan Tindak Penganiayaan

Kategori Berita

.

Oknum Camat di Dompu Diduga Lakukan Tindak Penganiayaan

Koran lensa pos
Minggu, 14 Juli 2024
Korban penganiayaan, Iman yang sedang menjalani perawatan medis di RSUD Dompu saat dijenguk oleh pamannya, Rudi Purtomo


Koranlensapos.com - Tindakan ala preman diduga dilakukan salah satu oknum Camat di Kabupaten Dompu berinisial I. Ia diduga melakukan penganiayaan kepada seorang pemuda bernama Iman Kartomiharjo berusia 22 tahun yang beralamat di Desa Lepadi Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu NTB.

Informasi yang dihimpun media ini, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada hari Kamis (11/7/2024) sekitar pukul 14.30 Wita. Akibat kejadian itu, korban harus mengalami perawatan medis di RSUD Dompu. Informasi yang dihimpun koranlensapos.com bahwa hingga berita ini dipublis, korban masih menjalani perawatan di RSUD Dompu.

Paman korban, Rudi Purtomo yang dikonfirmasi koranlensapos.com membenarkan terjadinya peristiwa penganiayaan itu. Ia menyebut motif penganiayaan itu terjadi ketika terduga I mendapati pipa air untuk mengairi sawahnya rusak. Kerusakan pipa itu diduga kuat akibat terinjak sapi. Namun terduga menuding bahwa korban lah yang melakukan pengrusakan terhadap pipa tersebut.


Rudi melanjutkan tanpa berpikir panjang, melihat kerusakan pipa itu terduga pelaku marah besar. Ia segera pulang ke kampung guna mencari keberadaan korban. Saat itu korban sedang menambal ban sepeda motor milik tetangganya. Tanpa basa-basi, terduga langsung menendang dan memukuli korban berkali-kali sembari melontarkan tuduhan bahwa korban yang telah merusak pipa-pipa miliknya.

Sambil menahan kesakitan akibat jotosan dan tendangan bertubi-tubi itu, korban berusaha untuk memberikan klarifikasi bahwa bukan dia yang melakukan pengrusakan pipa itu.

"Laina mada ma ka iha pipa paman. Mada wati badeku. Mada ngawa sumpah su'u Karo'a," ucap korban sambil merintih kesakitan akibat penganiayaan yang terus berlangsung itu dalam bahasa daerah. (Kalimat itu bila diterjemahkan artinya : Bukan saya yang merusak pipa paman. Saya tidak tahu-menahu. Saya berani sumpah dengan menjunjung Kitab Suci Al-Qur'an). 

Korban memanggil terduga pelaku dengan sebutan paman karena antara ibu kandung korban dengan terduga pelaku masih berhubungan famili yang cukup dekat (sepupu dua).

Klarifikasi dari korban tidak digubris oleh terduga pelaku yang sudah bermata gelap itu. Tanpa ampun, ia terus melakukan penganiayaan terhadap korban secara membabi buta.

Disebut Rudi, penganiayaan itu terjadi justru di hadapan ibu kandung korban yang secara hubungan famili masih sepupu dua. Sang ibu berusaha menengahi kejadian itu. Namun justru menerima kata-kata kasar dari terduga.

"Kamu yang ajarkan anakmu sehingga berbuat seperti ini (merusak pipa)," kata oknum Camat itu yang ditirukan Rudi Purtomo.

Rudi menyebut akibat perlakuan kasar dari oknum Camat itu, ibu kandung korban sampai terkecing-kencing di TKP.  

"Ini yang tidak bisa saya terima. Kakak saya itu kan masih dianggap sebagai saudara karena kami itu masih sepupu dua justru dilontari dengan kata-kata kasar sampai kakak saya terkencing-kencing di depan umum," ungkap Rudi kesal.

Sejumlah warga sekitar yang hendak menengahi juga mendapatkan umpatan kasar dari terduga pelaku.

Pria yang kini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Dompu ini sangat menyesalkan sikap dan tindakan brutal sekaligus arogan yang dipertontonkan oknum Camat itu. 

"Saya sangat sesali perbuatan Camat Pajo itu, apalagi secara hubungan keluarga kami sangat dekat," ucapnya.

Menurutnya seorang pemimpin semestinya menjadi teladan dalam berbicara maupun bersikap dan tidak seharusnya melakukan tindakan tidak terpuji semacam itu.

Akibat kejadian itu, pihaknya telah melaporkan ke Satuan Reskrim Polres Dompu. 

Terkait hal ini, Redaksi Koranlensapos.com belum mendapatkan keterangan resmi dari Sat Reskrim Polres Dompu mengenai tindak lanjut dari laporan pengaduan tersebut. (LP).