Koranlensapos.com - Sejak tahun 2021 hingga medio Maret 2025, pengidap HIV (Human Immunodeficienci Virus) di Kabupaten Dompu sebanyak 102 orang.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu melalui Kabid P2P (Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), Hj. Maria Ulfa kepada koranlensapos.com beberapa waktu lalu.
"Positif HIV mulai 2021 sampai pertengahan Maret 2025 ada 102 kasus," ungkapnya.
Wanita yang disapa Umi Ulfa ini membeberkan dari 102 orang penderita HIV, 15 di antaranya telah meninggal dunia dan tersisa 87 orang. Sementara identitas pengidap HIV tetap dirahasiakan meski telah meninggal dunia. Disebutnya Penderita HIV didominasi pria meskipun ada juga yang berjenis kelamin wanita.
Kabid mengungkapkan penderita HIV ada juga terdiri dari pasangan suami istri. Ada yang hanya suaminya saja atau istrinya saja. Bahkan ada positif HIV dari kalangan anak-anak karena ditularkan dari sang ibu yang positif HIV. Untuk kasus suami istri yang salah satunya positif HIV, maka dalam berhubungan seksual harus menggunakan kondom agar tidak menularkan virus mematikan itu kepada pasangannya.
Apakah ada kasus HIV sebelum tahun 2021?
Umi Ulfa mengiyakan. Para penderita HIV sebelum tahun 2021 di Kabupaten Dompu sudah ada dan mereka rutin melakukan pengambilan obat di RSUD Bima yang telah lebih dahulu memiliki layanan PDP (Perawatan dan Dukungan Pengobatan) HIV. Sedangkan RSUD Dompu baru memiliki layanan PDP HIV tahun 2021.
"Kami mulai mendata positif HIV setelah rumah sakit kita memiliki layanan PDP HIV tahun 2021. Yang sebelum 2021 mengambil obatnya di Bima. Bahkan sampai sekarang ada yang masih mengambil obat di Bima," bebernya.
Lebih lanjut dikatakannya hingga kini belum ada obat yang bisa menyembuhkan penderita HIV. Sedangkan obat ARV (Antiretroviral) berfungsi untuk menekan jumlah virus HIV dalam tubuh, mencegah kerusakan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan kualitas hidup bagi penderita HIV/AIDS. ARV diambil sebulan sekali di RSUD untuk diminum setiap hari selama sebulan itu.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Omiyati Fatimah mengimbau kepada masyarakat untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Bergonta ganti pasangan merupakan perilaku buruk yang tidak bersih sekaligus tidak sehat. Perilaku buruk tersebut harus dihindari agar tidak tertular virus HIV. (emo).